Minggu, 19 Januari 2014

Konten Web Optimalkan Profit Bisnis

Penulis Konten Web
Konten Web Optimalkan Profit Bisnis

Ada dua macam strategi yang bisa diterapkan didunia marketing. Outbound marketing dan inbound marketing.

Meskipun mempunyai tujuan yang sama dalam menggaet konsumen, sebenarnya secara prinsip mempunyai perbedaan.

Seperti apa gambaran sederhana outbound marketing dan inbound marketing, serta kelebihan dan kekurangannya?

Outbound marketing adalah strategi marketing konvensional yang kerap diterapkan, sebelum kelahiran era digital. ‘Membeli perhatian’ calon konsumen adalah prinsip utama dari outbound marketing. Media yang biasanya diandalkan dalam penerapan strategi marketing ini adalah iklan majalah, koran, radio, televisi, telemarketing dan media lainnya. 

Konsep marketing ini juga biasa dikenal sebagai push marketing. Karena bertujuan untuk mendorong informasi berkaitan dengan produk dan jasa yang belum tentu diperlukan konsumen.

Inbound marketing memiliki prinsip yang berbeda. Strategi ini membuat konsumen mendatangi pemilik bisnis. Prinsip utama marketing ini adalah memikat konsumen dengan sajian konten bermanfaat. Karena dianggap menarik, maka konsumen  tersebut dengan senang hati membagi konten menarik tersebut kepada orang lain. 

Media yang bisa diterapkan adalah social media marketing, SEO, online video, email marketing bertipe opt-in, podcasts dan blogging. Strategi ini biasa dikenal sebagai pull marketing, karena bertujuan meramaikan traffic dengan alami.

Masih efektifkah outbound marketing?

Berdasarkan data dari Leichtmanresearch.com dan Hubspot.com kemudian dirangkum oleh Voltier Digital, membuktikan kalau outbound marketing sudah mengalami penurunan drastis. Kondisi ini berkaitan erat dengan perubahan perilaku dan kebiasaan konsumen. Sebagian besar konsumen sudah mengalami titik jenuh dengan sajian informasi dan produk. 

Mereka bahkan merasa terganggu dengan keberadaan metode marketing ini. Mereka enggan melihat iklan televisi dan menanggapi telemarketing. Metode outbound marketing  memang meletakan pemegang kontrol pada pemilik brand.

Berbeda dengan pola inbound marketing, justru konsumen yang memegang penuh kontrol tersebut. Berbagai fakta mengejutkan menunjukan, kalau outbound marketing memang telah berada di ujung tanduk. Walaupun metode ini masih sering digunakan, tapi tidak efektif lagi diterapkan di era sekarang dan era yang akan datang. Berdasarkan data tersebut bisa disimpulkan sebagai berikut ini.
  • Sebanyak 86% penonton enggan melihat iklan televisi lagi.
  • Sekitar 84% pengguna internet yang berusia 25 hingga 34 tahun akan segera menutup laman website yang terlalu banyak iklan bertebaran. Karena dianggapnya sebagai pengganggu.
  • Kisaran 44% surat tidak pernah dibuka, karena telah mengetahui kalau isinya mengenai penawaran produk.
  • Sebanyak 200 juta orang di Amerika telah menyematkan status ‘Do Not Call’ pada nomor teleponnya. Supaya terhindar dari aksi telemarketer.
Konten Web lebih relevan untuk konsumen
Strategi inbound marketing sangat fokus, supaya brand atau produk ditemukan sendiri oleh konsumen yang memang sedang memerlukannya. Berbagai metode yang bisa anda terapkan dalam inbound marketing, diantaranya sebagai berikut.
-   Konten Marketing
Konten marketing dianggap metode paling ampuh dalam penerapan inbound marketing. Media yang bisa anda ciptakan adalah infographic, podcast, ebook, whitepaper dan blog yang menampilkan artikel konten yang menarik dan bermanfaat. Media blog dipercaya sebagai cara paling sederhana dan mudah. Anda bisa membangun bolg gratisan atau blog berbayar. Bila anda tidak bisa memenuhi kebutuhan artikel konten, bisa menyewa jasa Penulis Konten Web. Percayakan konten blog kepada mereka dan anda cukup fokus pada bisnis yang Anda jalankan.
-    Jejaring sosial atau sosial media
Konten yang menarik dan bermanfaat biasanya akan di-share kepada orang lain. Informasi tersebut akan menyebar dengan cepat secara viral, bila anda memanfaatkan sosial media seperti Facebook dan Twitter. Penyebaran link yang luas akan membuat peringkat blog di search engine semakin meningkat. Bila blog atau website Anda berada di posisi top ranking Google, akan berimbas pada peningkatan pengunjung dan penjualan dari produk bisnis Anda. Konsumen setia Anda juga akan merekomendasikan produk Anda kepada orang lain.

ROI lebih terukur dengan Inbound Marketing

Bedasarkan data yang diperoleh Voltier Digital, Inbound marketing terbukti membutuhkan biaya lebih rendah sekitar 62%, daripada penerapan outbound marketing. Blog, sosial media dan SEO hanya memerlukan biaya yang lebih ringan dan bisa menggaet pelanggan setia melalui email subscriber. 

Biaya iklan televisi sangat mahal, sayangnya hasilnya sulit diukur. Sehingga bisa mempersulit dalam analisis dan perhitungan Return on Investment (ROI) dengan tepat. Karena aktivitas tersebut berkaitan erat dengan penghasilan yang didapatkan.

Kondisi berbeda bila Anda menerapkan inbound marketing, karena sangat mudah dalam perhitungan ROI. Anda bisa memanfaatkan Google Analytic dan plugin digital lainnya yang tersebar luas di internet. Saat ini sekitar 90% binis masih menerapkan strategi outbound marketing dan 10% saja untuk inbound marketing. 
Dari uraian di atas Anda telah bisa mencermati berbagai kelebihan dan kekurangan penerapan suatu strategi marketing. Keputusan di tangan Anda, apakah tetap melancarkan pola lama atau mulai menggesernya dengan strategi baru yang lebih hemat biaya tapi sangat ampuh dalam meningkatkan keuntungan bisnis Anda.